Prof. Dr. Abdul Hamid Al-Ghazali
“Sebuah Tafsir
Rekonstruktif Seorang Pakar Analisis kimia Dakwah Atas Karya-Karya Monumental
Seorang Maestro Dakwah”
BAB
PERTAMA
METODOLOGI PROYEK KEBANGKITAN
Didalam bab pertama buku ini
membahas tentang metodologi yang dipergunakan oleh imam Syahid Hasan Al-Banna
dalam Mengutarakan pilar-pilar kebangkitan dan didalam bab ini akan di
bicarakan tentang metodologi proyek kebangkitan
yang teridiri dari 5 pasal yaitu sebagai berikut :
Pertama :
Prinsip-prinsip Kebangkitan yang sistematis
Secara
global dapat dikatakan bahwa tahapan-tahapan yang dilalui secara sistematik
oleh Hasan Al-Banna dalam mencanangkan kebangkitan adalah:
v Merenungkan tantangan-tantangan yang dihadapi umat.
v Menganalisis sejarah dan realitas.
v Menyimpulkan berbagai perisitiwa.
v Cara Berinterakasi dengan berbagai pelajaran yang disimpulkan.
Kedua :
Analasis Historis
Sejarah merupakan guru terpenting
dalam ilmu-ilmu kemanusiaan darinya para pemikir membuat teori-teori dan
persepsi mereka tentang perjalanan manusia serta mengambil pelajaran berharga
darinya. Oleh karena itu, pasal ini akan membahas beberapa persoalan penting
yaitu :
v Analisis Terhadap Historis islam.
v Analisis Terhadap Historis kebangkitan berbagai umat.
v Analisis Terhadap Historis gerakan pembaruan dan kebangkitan.
Ketiga :
Analisis Terhadap Realita
Setiap aktivis yang ingin menangani
persoalan-persoalan umatnya harus betul-betul memahami realitas agar dapat
mengetahui kadar tantangan dan bahaya yang mengancam. Dalam pasal ini kita akan
membahas tema di atas dalam dua bagian yaitu :
v Analisis Kualitatif
v Analisis Kuantitatif
Keempat :
Prediksi kebangkitan Kembali
Setelah melakukan analisis mendalam
terhadap sejarah, analisis kritis terhadap realitas dan mengetahui posisi
penyakit umat maka yang harus menjadi keharusan adalah beramal untuk mengubah
realitas menyelamtkan umat dari bencana dan melakukan terapi yang ampuh untuk
dapat di prediksi kebangkitan kembali umat. Ada beberapa masalah penting yang
akan di bahas dalam bab ini, yang di simpulkan sebagai berikut :
v Prediksi Kebangkitan Kembali
v Indikasi – indikasi adanya Kebangkitan
Kelima :
Beberapa pelajaran dari sejarah
Di dalam bab ini akan dibahas
tentang :
v Kaidah-kaidah kebangkitan
Apabila kebangkitan adalah sesuatu yang mungkin terjadi dan itu
dilandasi oleh berbagai bukti , argumen,
dan kabar gembira dari perspektif ilmu sosial , pengalaman sejarah yang
terjadi berulang-ulang, logika murni, dan nash-nash Al-Qur’an serta As-sunnah.
Ada beberapa kaidah terpenting yang akan mempengaruhi proses kebangkitan, yaitu
:
-
Fikrah
dasar
-
Kekuatan
Motivasi
-
Perubahan
diri
-
Titik
awal dan permulaan
-
Keberhasilan
berbagai pemikiran
-
Penyiapan
kader
-
Tuntutan
– tuntutan kebangkitan yang paling mendasar.
-
Standar
aktivitas dakwah.
-
Pergulatan
manusia
-
Prediksi
dan peluang
-
Pergiliran
dan pergantian peradaban
-
Tujuh
pilar kebangkitan
v Cara berinteraksi dengan kaidah-kaidah kebangkitan
Syarat pertama untuk melakukan interaksi secara manhaj dengan
sunnah-sunnah Ilahi dan kaidah-kaidah alam yang berlaku pada individu,
masyarakat dan berbagai umat adalah kepahaman yang benar dan menyeluruh
terhadap sunah-sunah Ilahi tersebut dan cara beramal yang sejalan dengannya
atau yang kita sebut dengan istilah Fiqhus Sunnah.
Dengan demikian imam syahid Hasan Al-Banna berpendapat bahwa metode
berinteraksi dengan sunah-sunah Ilahi terbagi dalam beberapa unsur yaitu :
-
Tidak
bertabrakan
-
Menaklukan
-
Menggunakan
-
Mengubah
atau mengalihkan
-
Menggunakan
sebagian untuk melawan sebagian lainnya
-
Menanti
saat datangnya kemenangan.
BAB KEDUA
DAKWAH PADA PROYEK KEBANGKITAN
Bab kedua pada buku ini akan membahas tentang seruan baru yang menjadi
landasan proyek kebangkitan. Yaitu seruan “kebangkitan dan pembebasan” dengan
dua sisinya yaitu sisi konsep pemikiran dan penataan struktur (tanzhimi)
sebagaimana yang telah digambarkan oleh imam syahid hasan al banna.
“Sesungguhnya
Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah
benar-benar Mahakuat lagi Maha perkasa.” (Qs : Al-Hajj :40)
Keenam :
Prinsip-prinsip dan Karakteristik Dakwah
v Dasar Pemikiran (ISLAM)
Seruan Allah adalah selurus-lurusnya seruan dan Fikrah Islam adalah
Selurus-lurusnya fikrah, kita mempersembahkan kepada manusia syariat Al-Qur’an
dan seadil-adil syariat.
‘shibghah (celupan) Allah dan siapakah yang
lebih baik shibghahnya dari pada Allah?’ (Qs Al-Baqarah : 138)
v Karakteristik Fikrah/Pemikiran
Gerakan dakwah ini teristimewa dengan beberapa karakteristik yang
membedakannya dengan dakwah – dakwah lainnya, karakteristik mencakup Sembilan
karakter yang disebutkan oleh imam syahid Hasan Al Banna dalam beberapa
risalahnya. Karakteristik tersebut adalah :
1.
Rabbaniyah
“Hai manusia, beribadahlah kepada Tuhan kalian yang telah
menciptakan kalian dan orang-orang yang sebelum kalian, agar kalian menjadi
orang-orang yang bertaqwa.” (Qs Al-Baqarah:21)
2.
‘Alamiyah (Universal)
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah
menciptakan kamu dari seorang diri, darinya Allah menciptakan isterinya, dan
dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.
Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan ) nama-Nya kamu saling
meminta satu sama lain dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya
Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu” (Qs An-nisa : 1)
3.
Tamayyuz
(Istimewa)
4.
Syumul
(Universal)
5.
Ilmiah
‘Tidak sepatutnya orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke
medan perang ). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka
beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan tentang agama dan untuk member
peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka
itu dapat menjaga dirinya. Hai
orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang disekitar kamu itu
dan hendaklah mereka menemui kekerasan darimu. Dan ketahuilah bahwa Allah
bersama orang-orang yang bertaqwa’ (Qs At-Taubah :122-123)
6.
‘Aqlaniyah
(Rasional)
7.
Istiqlaliyah
(independen)
8.
‘Amaliyah
(aplikatif)
9.
Wasathiyah
(Moderat)
v Legalitas Sejarah
Tema
ini akan dibahas dalam dua poin
·
Pertama,
Manhaj Dakwah yang Pertama
·
Kedua,
Kebangkitan Fikrah Islam
v Ekspansi Peradaban
Tema
ini akan dibahas dalam dua poin
·
Pertama,
Pewaris Peradaban
·
Kedua,
Pembangkit Peradaban
Ketujuh :
Referensi Proyek Kebangkitan
Islam
adalah ajaran yang sangat luas meliputi berbagai kelompokdari kaum muslimin
yang ada kaum muslimin yang ada di masa lalu maupun sekarang. Beberapa prinsip
yang menjadi titik temu di antara cara pandang yang berbeda yaitu :
v Manhaj I’tiqadi ( Prinsip-prinsip dalam memahami aqidah)
v Manhaj Ushuli (Prinsip-prinsip dalam memahami ushul fiqih)
v Manhaj Fiqih (Prinsip-prinsip dalam memahami fiqih)
v Manhaj Umum (Prinsip-prinsip Umum)
Kedelapan :
Tujuan Dakwah
Ada
beberapa tujuan dakwah yang akan dibahas dalam bab ini yaitu :
v Tujuan (Ghayah) utama dakwah
Ghayah adalah tujuan terakhir yang ingin diraih oleh seseorang
sehingga tiada tujuan lagi setelah itu.
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka
mengabdi kepada-Ku” (Qs Adz-Dzariyat :
56)
Macam-macam
tujuan manusia :
- Makan dan bersenang-senang
- Perhiasan dan kekayaan sementara
- Menyebarkan firnah, kejahatan, dan kerusakan.
v Risalah (misi) Dakwah
Risalah adalah piagam yang menggambarkan prediksi ke depan bagi
jamaah tertentu dan menggambarkan tabiat sebuah tugas yang dilaksanakan oleh
jamaah tersebut untuk merealisasikan prediksi tersebut, melalui bidang-bidang
atau langkah-langkah kerja pokok dalam medan geografi tertentu, masa tertentu
dan orientasi tertentu.
Beberapa misi dakwah yang dijelaskan oleh syahid hasan Al-Banna,
yaitu :
·
Membebaskan
umat dari belenggu politik yang melihatnya dan mulai membangunnya kembali
·
Menghadang
(memerangi) peradaban materialis.
·
Menegakkan
sistem islam yang menyeluruh (Syamil)
·
memimpin
dunia dan memberikan bimbingan kepada manusia.
v Sasaran-sasaran Dakwah
Imam syahid Hasan Al-Banna membahas sasaran-sasaran dakwah dalam
beberapa risalah dengan menggunakan istilah misalnya “Ghayatuna” (Tujuan kami),
“Madza nurid? “ (apa yang kita inginkan?), “Ahdafuna” (sasaran-sasaran kita),
dan lain sebagainya seperti yang terdapat dalam firman Allah Qs Al imran ayat
77-78 yang di dalamnya terdapat misi seorang muslim.
Ada beberapa tujuan dakwah yang digambarkan secara ringkas yang
dibagi menjadi 2 tahapan, sebagai berikut :
·
Pertama
, Ibadah dan melakukan kebajikan
Ø Tujuan jangka pendek
-
Memperbaiki
pribadi (individu)
-
Membangun
keluarga
-
Membimbing
masyarakat
·
Kedua,
jihad untuk menegakka syariat islam
Ø Tujuan jangka panjang
-
Memperbaiki
pemerintah
-
Mengembalikkan
kekhilafahan
-
Mencapai
tampuk kepemimpinan
-
Kepeloporan
(Ustadziyah).
Kesembilan :
Unsur-unsur Dakwah
Unsur-unsur
dakwah terbagi atas :
v Tahapan-Tahapan Dakwah
·
Fase
ta’rif (promosi dan pengenalan)
·
Fase
takwin (penyiapan dan pembentukan)
·
Fase
tanfidz (amal dan mobilitas)
·
Fase
daulah (pemebentukan beberapa Negara islam)
·
Fase
persiapan menuju khilafah
·
Fase
pengembalian eksistensi kenegaraan atau khilafah
·
Fase
ustadziyah (kepeloporan dunia)
v Perangkat-perangkat Dakwah
1.
Perangkat
utama
·
Manhaj
yang shahih
·
Aktivis
yang meyakini
·
Kepemimpinan
yang tegas dan dipercaya
2.
Perangkat
haraki
·
Dakwah
dan penjelasan (nasihat dan bimbingan)
·
Tarbiyah
(penyiapan dan pembinaan kader)
·
Aktivitas
politik (perjuangan konstitusional)
·
Jihad
(kewajiban yang terus berlaku)
v Kebijakan-kebijakan Dakwah
Kebijakan adalah prinsip – prinsip yang mengendalikan segala
aktivitas dan kaidah-kaidah yang terkait dengannya yang berfungsi untuk
menerjemahkan titik awal dan arahan-arahan sehingga menjadi langkah-langkah
konkret dan yang dapat mengarahkan jalan pergerakan menuju sasaran yang
ditetapkan.
Kesepuluh :
Bangunan Tarbiyah dalam Dakwah
Semakin bagus kualitas dakwah, semakin luhur cita-citanya, dan
semakin syar’i perangkat-perangkatnya maka akan semakin besar kesulitan dan
tantangan yang akan dihadapinya. Oleh karena itu ada dua poin yang akan di
bahas dalam bab ini, yaitu :
v Tantangan di jalan dakwah
Imam syahid Hasan Al-Banna menjelaskan kendala-kendala utama yang
dihadapi yaitu :
·
Ketidaktahuan
bangsa
·
Anggapan
aneh dari sebagian orang yang agamis dan penentangan para ulama resmi
(pemerintah)
·
Kedengkian
para pemimpin, pembesar, dan orang-orang yang memiliki pengaruh.
·
Kesepakatan
seluruh pemerintahan untuk menentang dan menghalangi dakwah dan aktivitas
kalian.
·
Konspirasi
para penjajah untuk menumpas kalian dan memadamkan cahaya dakwah kalian
·
Penyebaran
syubhat dan tuduhan yang di buat-buat.
v Peran tarbiyah dalam dakwah
BAB KETIGA
REKONSTRUKSI NEGARA IDEAL
Prolog yang sangat urgen bagi rekonstruksi Negara sesuai dengan
proyek peradaban yang digagas imam Syahid Hasan Al Banna adalah menentukan
prinsip-prinsip rekonstruksi daulah islamiah dan dasar- dasar reformasi sosial
yang komprehensif yang berpijak pada Al-Qur’an dan sunnah.
Kesebelas :
Pemikiran Politik
Politik adalah keahlian
memerintah dan menjalankan Negara; atau politik adalah kekuatan dan kemampuan
untuk meraih tujuan atau politik adalah keahlian untuk mewujudkan sikap
mengalah yang timbal balik dan mewujudkan konsensus.
Terdapat dua poin yang akan di bahas
dalam bab ini :
v Titik Tolak
v Konsep-Konsep
Kedua Belas :
Perjuangan Politik
v Target – target Politik Bagi Dakwah
v Strategi – strategi Perjuangan Politik
v Tahapan-tahapan Perjuangan Politik
v Sikap-sikap Politik bagi Dakwah
Ketiga Belas :
Program Politik
Program apikatif adalah cermin yang memantulkan indentitas budaya
yang di hasung oleh suatu jamaah, titik tolak referensial yang menjadi
sandarannya, transformasi esensial bagi misi dan peran yang diembannya dan
aplikasi realitas bagi sistem yang menentukan arah perjalanannya.
v Program Perbaikan Sosial
v Program Perbaikan Ekonomi
v Program Perbaikan Politik
Keempat Belas :
Politik Negara
Islam yang hanif mengharuskan pemerintahannya tegak di atas
landasan sistem sosial yang telah di hasung oleh islam untuk umat manusia, ia
tidak menghendaki kekacuan dan tidak membiarkan jamaah muslimah hidup tanpa
pemimpin. Di dalam bab ini akan membahas beberapa macam bentuk politik, yaitu :
v Politik Internal (Sistem ketatanegaraan)
Imam Al-Banna menjelaskan mengenai sistem pemerintahan
.\\“Pemerintahan dalam islam tegak di atas kaidah-kaidah yang sudah popular dan
baku, kaidah-kaidah itu merupakan kerangka pokok bagi sistem pemerintahan islam
dan ia tegak di atas pilar yaitu tanggung jawab pemerintah, kesatuan umat, dan
sikap menghargai aspirasi umat. Jika ketiga nya ini telahg eksis, maka nama dan
bentuk itu bukanlah sesuatu yang penting.
v Politik eksternal (Hubungan Eksternal)
Kelima Belas :
Dimensi Peradaban Dalam Negara
Dalam kamu “lisanul Arab” di sebutkan bahwa kata kerja “hadhara”
berarti syahida (hadir atau menyaksikan), sehingga “Al-Hadharah” berarti
Asy-Syahadah (kehadiran atau menyaksikan). Asy-Syahadah dalam Al-Qur’an
memiliki empat dilalah (makna) yang tidak mungkin dapat dipisahkan karena akan
dapat menyebabkan hilangnya isi atau kandungan maknanya yang masing – masing
maknanya mencerminkan salah satu bagian dari konstruksi konsep al-Hadharah
(Peradaban). Keempat makna itu ialah sebagai berikut :
·
Asy
– Syahadah dalam arti tauhid dan pengakuan akan penghambaan diri kepada Allah.
·
Asy
– Syahadah dalam arti perkataan yang haq dan perilaku yang adil.
·
Asy
– Syahadah dalam arti pengorbanan, penebusan dan persembahan jiwa di jalan
Allah.
·
Asy
– Syahadah dalam arti tugas yang di emban umat ini.
Dalam bab ini
akan membahas dua tema yang sebagai berikut :
v Mengembalikkan Eksistensi internasional kepada Umat Islam.
v Merealisasikan Kepemimpinan Dunia dan benturan Peradaban.

0 Komentar untuk "PILAR-PILAR KEBANGKITAN UMAT"