Isra’ dan Mi’raj
merupakan perjalanan agung Nabi Muhammad Saw yang menunjukkan betapa maha
kuasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala, Karena telah menjalankan seorang hamba yang
mulia dengan tujuan yang mulia. Dari perjalanan yang mulia itu dapat banyak
kita ambil sebuah hikmah yang dilihat dari pengertian Isra’ dan Mi’raj yaitu hablum
minallah dan hablum minnanas.
Isra’
Isra` secara bahasa berasal dari kata ‘saro’ bermakna
perjalanan di malam hari. Adapun secara istilah, Isra` adalah
perjalanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama
Jibril dari Mekkah ke Baitul Aqsha (Palestina), berdasarkan firman Allah :
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى
بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى
“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya
pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha “ (Al
Isra’:1)
Isra’ merupakan perjalanan
horizontal yang di lakukan nabi Muhammad saw dari masjidil haram ke masjidil
Aqsha yang bermakna hablum minnanas. Islam merupakan agama yang bersifat
‘Alamiyah (universal) yang rahmatan lil alamin, di dalam islam bukan hanya
mengajarakan pemeluknya untuk menjalain hubungan antar sesama umat islam tetapi
di tuntut untuk tetap menjalin hubungan dengan orang-orang di luar dari agama
islam (ukhuwah Insaniyah).
Inilah hikmah kenapa nabi
Muhammad saw tidak langsung diperjalankan Allah ke sidratul muntaha melainkan
ke masjidil Aqsha selain untuk menampakkan kebenaran akan terjadinya peristiwa
isra’ dan mi’raj dan agar kita sebagai umat islam memiliki rasa persaudaraan
yang kuat terutama antar sesama umat islam sendiri dan mengajarkan kita untuk
tetap berhubungan antar sesama manusia walaupun ia berbeda aqidah dengan
kita.
Namun saat ini banyak diantara
umat manusia itu tidak lagi memiliki rasa persaudaraan antar sesama baik dari
kalangan ummat islam sendiri maupun dari luar islam, terutama dari Negara yang
terpaksa kita cintai ini, yang saat ini terbagi menjadi beberapa golongan
terutama pada saat era perpolitikan beberapa bulan yang lalu saat itu umat
manusia terpecah belah bahkan yang lebih memprihatinkan di kalangan ummat islam
sendiri sudah terpecah belah menjadi beberapa golongan dan bukan hanya itu yang
lebih miris nya lagi setiap golongan hanya mementingkan golongan nya sendiri,
inilah yang membuat ummat islam terpecah terlalu fanatik dengan
kelompoknya. Inilah faktor utama kenapa ummat islam sangat sulit untuk bersatu
untuk menyatukan suara dan meluruskan barisan. Untuk itu sangat penting bagi
setiap individu memahami hikmah dari perjalanan Isra’ Nabi Muhammad saw.
Selanjutnya,
Mi’raj
Mi’raj secara bahasa adalah suatu
alat yang dipakai untuk naik. Adapun secara istilah, Mi’raj bermakna
tangga khusus yang digunakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk
naik dari bumi menuju ke atas langit, berdasarkan firman Allah dalam surat An
Najm ayat 1-18.
Mi’raj merupakan perjalanan vertical
nabi Muhammad saw dari masjidil Aqsha ke sidratul muntaha yang bermakna hablum
minallah dari perjalanan inilah awal mula di wajibkannya shalat 5 waktu
yang menjadi inti dari perjalanan isra’ mi’raj nabi Muhammad saw. Inilah
yang membuat shalat memiliki keistimewaan tersendiri dari ibadah – ibadah yang
lain. percakapan Allah dan nabi Muhammad pun di abadikan di dalam shalat yang
terdapat pada tahyat akhir.
‘ Rasulullah melanjutkan
perjalanan menghadap Allah, ketika itu dengan penuh hormat rasul berkata , “Attahiyatul mubaarakaatush shalawatuth
thayyibatulillah ( Segala penghormatan, kemuliaan, dan keagungan hanyalah milik
Allah saja ) ”
‘ Allah SWT pun berfirman, “Assalamu’alaika ayyuhan nabiyu
warahmatullahi wabarakaatuh
( Keselamatan bagimu wahai
seorang nabi, Rahmat dan berkahnya )”
‘
Rasulullah membaca lagi, “Assalamu’alaina wa ‘ala ibadillahi shalihin ( Keselamatan
semoga bagi kami dan hamba-hamba Allah yang sholeh )”, dst.
Betapa cinta nya rasulullah
kepada kita ummat nya, pada saat do’anya langsung kepada Allah swt nabi
Muhammad tidak hanya mendoakan untuk dirinya sendiri tetapi ia masih mendoakan
ummat nya. Untuk itu kita sebagai ummat
nya sudah sepatutnya mengikuti apa yang di kerjakannya terutama dalam ibadah
shalat, namun saat ini masih ada ummat nya yang mengabaikan perintah shalat
ini, baik dari kalangan pemuda, mahasiswa, bahkan sampai orang tua masih ada
juga yang meninggalkan shalat, bukannya mereka tidak tahu tentang wajib nya perintah
shalat atau bukan karena mereka tidak mengerti akan tata cara pelaksanaan
shalat itu. Tetapi karena satu sifat mereka yang terus bersemayam pada dirinya
yaitu sifat malas, sifat inilah yang menahan mereka untuk melakukan shalat.
Untuk inilah kita sebagai
mahasiswa yang intelektual bertugas untuk berdakwah kepada orang-orang yang
masih ada di hatinya untuk meninggalkan shalat, inilah tugas kita sebagai
mahasiswa untuk saling mengingatkan dalam kebaikan terutama dalam shalat,
sehingga kita pun terlepas dari tanggung jawab kita kepada Allah untuk saling
menasihati dan mengajak kembali menuju jalan Allah (Qs. Al A’raf : 164 ).
Dalam islam kita bukan hanya
untuk di tuntut untuk Beribadah kepada Allah tetapi juga untuk menjalin
hubungan kepada sesama manusia (ukhuwah insaniyah) , inilah penting nya untuk
kita memahami dari perjalanan isra’ dan mi’raj nya nabi Muhammad
saw, agar kita dapat ber tawazun (seimbang) dalam menjalani kehidupan
kita sehari-hari.
Wallahu‘alam bishawab
Shalat merupakan ibadah yang
pertama kali di hisab , jika shalat nya di terima , maka di terimalah seluruh
amal ibadah nya. Shalat merupakan tiang agama barang siapa yang tidak
mengerjakan shalat maka iatelah menghancurkan tiang agamanya, Shalat merupakan
pembeda antara ummat islam dan non islam.

0 Komentar untuk "Mengambil Hikmah dari perjalanan Isra’ dan Mi’raj"